RSS
Tampilkan postingan dengan label cerpen cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen cinta. Tampilkan semua postingan

When love ask the owner


Callisa
Pagi ini sama dengan pagi-pagi sebelumnya, dani sudah menunggu di depan dengan mobilnya. Tunangan yang juga sahabat sejak SMAku ini memang kini rajin mengantar jemputku kerja. Sebelumnya aku selalu berangkat dengan mobilku sendiri. Kata dani dia dan aku sudah mau menikah, jadi sudah semestisnya dia menyempatkan waktu untuk melihatku ditengah-tengah padatnya waktu kerja. Ya waktu luangnya hanya pagi dan saat pulang kerja. Sahabat yang saat ini menjadi tunanganku ini adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan IT yang cukup besar di indonesia. Dia sangat hangat, pengertian, dan perhatian sekali, mungkin karena dia lebih banyak mencintaiku, aku merasa sangat bersyukur aku dan dia dapat masuk ke tahap tunangan, dan akan segera menikah, yang artinya ia akan menjadi milikku. Aku bersyukur karena aku akan menikah dengan sahabatku sendiri, yang sudah saling mengenal luar dan dalam, lebih bersyukur lagi karena ia sangat mencintaiku. Pagi ini, berbeda denga hari-hari sebelumnya karena hari ini hari jumat maka aku tidak datang ke sekolah untuk mengajar, namun aku pergi ke cafeku. Selain mengajar, aku juga memiliki usaha sebagai kerja sampingan, selain cafe, aku juga mempunyai sebuah butik, sudah mimpiku sejak muda memiliki keduanya. Selain, memiliki usaha disela-sela waktu luangku, aku isi dengan menulis. Dani mendukung semua yang aku lakukan, selama itu bukan hal yang negatif. Dia mendukung semua kegiatan aku sih selama ini, kecuali kegiatan aku yang hobi dengan hiburan asal korea, dia benci banget kalau aku sudah melakukan semua itu. Sama halnya dengan aku yang tidak suka dengan hal-hal aneh yang dia lakukan. Kami saling menghargai privasi kami, tapi ada kalanya kami juga harus mengalah akan privasi kami, dan mementingkan kepentingan bersama. Punya dia dalam hidupku adalah bahagia dan nyaman.

Dani
Seperti biasanya, pagiku selalu di isi dengan menjemput wanita istimewa yang sangat sulit untuk ku miliki. Wanita mandiri, jutek, dan berprinsip ini adalah sahabat sejak SMA. Wanita yang juga satu-satunya yang terpikir olehku untuk waktu yang lama, wanita yang ingin aku jadikan lebih dari sekedar sahabat, namun ingin ku jadikan seorang teman hidup. Perlu perjuangan yang luar biasa untuk mendapatkannya. Butuh usaha besar untuk meyakinkannya. Butuh beberapa trik untuk membuatnya jatuh cinta pada sahabat sendiri. Butuh ekstra sabar untuk membuatnya merasa nyaman. Tapi aku bersyukur akhirnya kini ia menjadi tunanganku, dan segera akan menjadi teman hidup, yang selama ini aku harapkan. Satu-satunya wanita yang menghuni hati dan pikiran ini dalam waktu yang lama. Wanita yang mampu membuatku semakin aku mengenalnya, semakin aku jatuh cinta padanya. Wanita yang tidak sempurna, wanita yang memiliki kekurangan yang mampu ku sempurnakan dengan hadirku, wanita dengan mimpi yang menawan, wanita dengan paras yang cantik, hati yang anggun. Wanita yang laki manapun enggan menjadikannya pacar, namun ingin menjadikannya teman hidup. Beruntung aku dia mampu mempercayaiku, beruntung aku mampu membuatnya nyaman, dan beruntungnya aku ia tidak meninggalkanku dan setia menungguku. Aku sangat mencintai wanita yang setiap pagi menyapaku dengan senyum manisnya, wanita yang memiliki mata yang indah, wanita yang selalu mendukungku, wanita yang selalu mampu membuatku jatuh cinta berkali-kali. Memilikinya dalam hidupku adalah syukur yang selalu aku panjatkan pada sang pencipta.

Adrian
Rindu ini menuntun langkah kaki datang pada pemiliki hati ini. Rindu ini menuntun pada dia yang kini milik orang lain. Rindu ini selalu membuat diri ini menyesal telah melepaskannya pergi. Rindu ini terus mengambil seluruh waktu. Untuk kesekian kalinya aku datang ke tempatnya bekerja, untuk kesekian kalinya aku memanfaatkan kebaikan hatinya, berharap rindu ini segera hilang. Namun, dia seperti sebuah candu, yang sekali aku melihatnya, rasanya ingin terus melihatnya. Dia adalah bintang yang selama ini aku tinggalkan ditengah gelap, namun karena ia memiliki sinarnya sendiri ia tetap bersinar. Dia adalah wanita yang mungkin tidak akan pernah ku miliki lagi, namun akan selalu menyita waktuku karena rindu ini terus membelenggu. Di dekatnya seperti sedang berada dirumah, begitu nyaman dan hangat. Wanita dengan senyuman termanis, dan mata yang selalu hangat menatap. Wanita yang masih dapat tersenyum untuk aku yang telah melukainya terlalu dalam. Dulu kami saling mencintai, dan aku mengkhianatinya namun ia tetap bertahan mencintaku untuk waktu yang lama, hingga akhirnya ia mulai membuka hati untuk orang lain. Dan kini aku rindu, rindu senyumnya, rindu cintanya, rindu perhatiannya, rindu dirinya. Setelah luka yang ku sebabkan, aku tak pernah mengerti mengapa masih ada senyuman di wajahnya saat melihatku, mengapa ia begitu baik menerima kedatanganku, mengapa ia begitu hangat menyapaku, mengapa semakin aku melihatnya, semakin aku mengagguminya. Tanpa ku sadari rindu ini membawaku kembali mencintainya.

Di cafe
Mobil dani terpakir tepat depan pintu masuk cafeku,
"sudah sampai tuan putri." ucapnya dengan ciri khasnya yang kaku.
Aku tersenyum, dan membalas "thank you, mau turun dulu aku buatkan kopi dulu, masih ada waktukan."
"oke, tambah sandwich ya." jawabnya.
"iya, parkir mobilnya di samping saja, aku turun duluan." kataku.
"iya, sayang." jawabnya sambil tersenyum.
Ku balas senyumnya, lalu aku turun dari mobil, cafe memang sudah dibuka oleh pegawaiku sejak pagi-pagi sekali, jadi ketika aku datang cafe sudah buka. Saat aku hendak masuk, mataku menangkap sosok yang tak asing sedang duduk di balkon, dengan secangkir kopi. "adrian datang lagi."ucapku dalam hati. Ku kesampingkan adrian, dan aku bergegas masuk ke dapur untuk membuatkan sarapan sederhana untuk tunanganku. Ketika aku sibuk membuat sarapan aku tak melihat dani masuk. Makanya kini mataku menjelajah seluruh ruangan untuk mencari sosoknya. Namun tak ku temukan dia.
"ka cari mas dani ya?" tanya pegawaiku.
"iya ka, lihat tidak?" jawabku.
"ada dibalkon ka tadi pas masuk langsung naik ke atas."
"oh, makasih ka."
Tumben apa langsung ke balkon, biasanya ia lebih suka makan di bar dekat dapur. Ku bawa sandwich dan kopi ke balkon, dan ternyata ia tengah mengobrol dengan adrian. Adrian, aku dan dani adalah teman saat SMA. Adrian dan dani sejak dulu bersaing untuk memilikiku, saat itu adrian yang menang, namun itu semua karena aku salah pilih, adrian mengecewakakanku, dan kami berpisah. Dan saat aku terluka karena sikap adrian, danilah yang selalu ada untuk menghiburku. Kini melihat mereka duduk berdua sambil mengobrol membuatku bingung harus apa. Jika sama adria saja aku tidak merasa canggung, sudah biasa saja. Ini juga ke empat kalinya ia main ke cafeku. Aku tidak pernah membayangkan mereka akan bertemu seperti ini.
"ekhem serius banget ngobrolnya, ini ada sandwichnya sarapan dulu, maaf ganggu ya aku masuk lagi, jangan serius-serius ngobrolnya." ku beranikan mendekat ke meja mereka, dan mencoba mencairkan suasana.
Sebelum kembali masuk ke dalam aku mengingatkan dani untuk segera mengahabiskan sarapannya agar tidak terlambat. Lalu aku masuk lagi ke dalam tidak ingin mengganggu mereka, dan juga terlalu canggung berada ditengah-tengah mereka. Setelah tiga puluh menit mengobrol, dani masuk keruanganku untuk pamit bekerja.
"aku berangkat dulu ca."
"iya,dihabiskan tidak sarapannya?"
"iya habis, enak seperti biasa." jawabnya dengan senyumannya yang selalu mampu membuatku tersenyum juga.
"yaudah, hati-hati dijalan."
"siang ini mau kemana?" tanya dia
" ga kemana-mana disini aja, ada anak les private mau belajar disini, kenapa?"
"ga, apa-apa, pulangnya tunggu aku,nanti aku jemput."
"iya siap." jawabku dengan senyuman ya yang semoga terlihat manis.

Dani
Rasanya berat untuk meninggalkannya, terlebih ada orang yang pernah sangat ia cintai. Orang yang sanggup ia tunggu dengan linangan air mata selama bertahun-tahun. Orang yang selama ini menjadi pengahalang masuknya diri ini ke hatinya. Matanya mengapa masih melihat dengan tatapan yang sama seperti dulu, dan ada apa dengan laki-laki itu kenapa ia kembali dengan tatapan yang sama. Sejujurnya ingin ku bawa callisa agar tidak bersama dengan adrian. Namun ku putuskan untuk mempercayai wanitaku, karena ia kini adalah wanitaku. Aku percaya padanya.

Setelah dani pergi. Aku pergi ke balkon, bukan untuk menemui adrian, tapi untuk mengambil bekas piring dan gelas kotor. Saat menaiki tangga aku berharap adrian sudah pergi, nyatanya harapanku tidak dikabulkan adrian masih dikursinya dengan posisi yang sama. Aku berjalan mendekati menjanya. Adrian menatapku yang kini sedang berjalan ke arahnya. Akh aku benci dengan tatapan itu, tatapan yang seolah hanya ada aku di dunianya.
"hei, " sapaku saat sudah di mejanya sambil membereskan piring kotor.
"sandwichnya enak." katanya tiba-tiba.
"oh.. Mau nambah lagi, nanti aku buatkan lagi."
"tidak, tapi aku ingin juga merasakan kopi buatanmu."
"kan kamu juga sudah minum kopi".
"ca,"
"hmm."jawabku sambil menatapnya.
"ada apa dri?"
"duduk, coba ga enak banget di liatnya berdiri terus."
"aku Cuma bentar, Cuma mau ngambil ini aja kok."
"ca, masih marah ya sama aku?"
"ca,  maafin aku."
Ku menatapnya, dengan tatapan yang bingung.
"engga, kok ga marah, buat apa aku marah, minta maaf buat apalagi kan udah minta maaf."
"ca, kangen." katanya
Badanku mendadak membeku mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya.
"ca, aku akan terus minta maaf agar kamu bisa maafin aku, dan kembali padaku."
"adrian, aku bukan belum memaafkan kamu, aku sudah tidak marah padamu, namun sekarang sudah berbeda, bukan belum bisa memaafkan hanya saja semuanya sudah berebeda, aku sudah punya dani."
"aku telat ya ca?"
"ntahlah..".
Tak mau goyah, aku memutuskan untuk meninggalkan adrian.

Adrian
Benar bukan dia yang salah, aku yang datang terlambat. Terlalu banyak ia menangis karenaku seperti yang di ceritakan dani, dan benar yang dikatakannya aku tidak pantas untuk callisa. Ia terlalu indah dan selalu indah. Aku cinta kamu ca.

Callisa,
Pada siapa hati ini berpihak aku tidak tahu. Cinta siapa yang nyata, dan cinta yang semu aku pun tidak tahu, aku harap apapun pilihanku ia adalah cinta yang sebenarnya, bukan cinta yang salah ku tafsirkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa Arti Aku Bagimu?


Bagi sebagian orang kamu mungkin cinta pertamanya,
Bagi sebagian orang lagi kamu mungkin cinta bertepuk sebelah tangannya,
Dan bagi sebagaian orang kamu adalah masa depannya.

Setiap orang memiliki bahagia mereka sendiri,
Setiap orang memiliki kisahnya sendiri,
Begitu pula aku. Ya aku gadis berkulit sawo matang khas wanita indonesia, yang sangat mencitai moccacino hingga teman-temannya memanggil dengan sebutan mocca. Perkenalkan namaku calisa tapi aku lebih dikenal dengan panggilan mocca, kamu boleh memanggilku apa saja, senyamanmu. Aku ini orangnya cukup demokratis kok. Santai saja.. Aku ga akan mendeskripsikan apapun tentang diriku, karena aku yakin kalian sudah punya penilaian sendiri tentangku.
"ca , lagi apa?" suara gadis manis terdengar kemudian.
"sini-sini nay, aku lagi ngerekam video buat dichanel youtubeku." jawabku
"oh, kali ini edisi apalagi, bukan tentang kehidupan ke jombloan lu lagi kan?" tanya nay asal.
Aku hanya bisa tersenyum, karena memang aku suka banget cerita tentang kesendirian ini di dunia maya, bukan untuk mencari perhatian, buatku media sosialku udah kaya diary, aku malah berharap ga ada yang tau media sosial aku, biar aku bisa bebas posting tulisan apapun, tanpa ada komentar. Ya nay ini salah satu orang yang selalu komentar kalau aku posting al-hal yang sedikit melow, padahal pas nulis itu aku sedang tidak galau. Hanya saja terkadang suka tiba-tiba kepikiran ingin menulis hal-hal sedikit puitis.
"hai, sahabat youtube kenalin nih sahabat aku, namanya nayla."
" haiiii, semuanya, kalau sahabt gue udah ngomongin hal-hal tentang kejombloannya, itu kode dia nyari jodoh, udah itu aja." katanya sambil mengeluarkan senyum nakalnya.
Sahabat aku ini emang ga ada duanya, sposorship nomor satu, supaya temennya ga jomblo. Jadi tiap hari pasti bawain satu spesies laki-laki, yang menurut aku itu semuanyaa tipenya si nay kayanya, soalnya sampai detik ini semua yang dikenalin dia, ga ada satupun yang nyantol, dan sepertinya sahabat aku ini udah mulai putus asa nyariin pacar buatku. Yaa.. Tanda-tandanya mulai menyalahkan diriku yang katanya terlalu pemilih, terlalu rapat nutup hati, ga bisa move on, berselra tinggi dan lain-lain. Padahal emang iyaa hehehe
Ga kok aku ga pemilih dalam arti buruk, yang hanya ingin laki-laki sempurna. Aku pemilih dalam arti yang bagus kok, aku sebenernya ga punya kriteria apapun tentang pasangan, hanya yang mampu membuatku nyaman, rindu, dan bahagia, maka ga ada alasan aku buat nolak dia. Tapi kasusnya susah nyari yang seperti itu, hingga akhirnya aku hanya mejadi luka bagi mereka, entah sudah berapa banyak yang menjadi korban penolakkanku, beberapa yang aku tolak memang benar-benar tidak memiliki rasa padaku, beberapa lagi ternyata memendam rasa yang dalam untukku dan aku menyesal telah melukai hati mereka. Bagi sebagian lagi menjadikanku sosok yang sulit untuk dilupakan, bahkan setelah mereka memiliki pasangan, karena bagi mereka aku adalah cinta pertamannya, yang tak mungkin mudah terlupakan namun juga tak mudah untuk dimiliki. Aku ini memiliki banyak definisi, bagi setiap orang, mereka memiliki definisi tersendiri tentangku, oleh karena itu aku tidak mau mengambil pusing siapa aku, dan bagaimana aku dimata orang lain. Ku bebaskan mereka mendefiniskan diri ini.

Tentang aku yang sampai saat ini masih menjomblo, dan itu membuat sahabatku frustasi, aku juga ga ngerti kenapa sahabat aku ini mengkhawatirkan aku yang masih jomblo. Padahal akunya saja baik-baik saja, setidaknya begitu. Nayla sudah punya pacar, pacarnya juga selalu ada untuknya, tampan, dewasa, dan yang jelas sangat sayang sama nayla. Aku kadang iri melihat mereka, tapi aku sendiri tidak pernah mau mencoba untuk menerima seseorang. Aku sendiri tidak mengerti, mengapa sampai detik ini masih betah sendiri, aku bukan belum pernah jatuh cinta, hanya saja aku lebih suka memendam perasaan ini.  Dan untuk membuka hati orang lain, aku lebih mencoba mencari kenyamanan, lalu coba untuk percaya itu sulit. Menyiksa memang tapi mau gimana lagi, sampai saat ini belum benar-benar ada yang pas dihati.

Kalaupun ada mereka enggan menjalin suatu hubungan yang dinamakan pacaran, mereka ingin menjadikanku sebagai masa depan mereka, itu artinya aku harus mau menunggu mereka datang ke rumah untuk meminta izin kepada kedua orang tuaku, untuk menikahiku. Aku benar-benar tidak masalah, jika mereka mempunyai niat baik seperti itu, aku akan menunggu dan aku senang banget berarti mereka benar-benar ingin hidup bersamaku, menjadikanku teman hidup. But, ini sangat membingungkan bagaimana bisa yang ngomong ingin aku menjadi istri mereka itu bukan Cuma satu orang, dan aku kembali menjadi insan yang sendiri, karena aku tak mampu untuk mempercayai omongan mereka. Kecuali jika memang benar punya niat seperti itu, dan datang ke orangtuaku untuk meminta izin, akan menikahiku beberapa tahun lagi, menunggu ia lulus, atau menunggu ia lebih siap maka aku akan benar-benar menunggu. Jadi masa depan kamu itu tidak mudah.

Sendiri itu sebenarnya tidak seburuk itu, hanya saja kalau habis nonton drama korea suka baper, hehe. Ga iri sih sama temen-temen yang udah punya pacar buatku itu lebih ke alay, aku juga pusing mendengar cerita mereka kalau lagi bertengkar. Setidaknya ketika jomblo kamu ga harus merasakan hal tersebut.

Satu-satunya yang aku punya itu kenangan masa lalu, bukan karena aku masih mencintai mantan, atau belum move on hanya saja indahnya kisah cinta yang aku punya adalah masa lalu. Bukan berarti jika aku mulai menuliskan kisah masa lalu aku kembali pada perasaan masa lalu, atau aku masih memiliki rasa tersebut. Aku hanya rindu kisah indahnya bukan orangnya. Aku harap detik ini aku juga memiliki kisah seperti itu lagi, tapi aku sadar sulit menemukan seseorang yang nyamannya lebih daripada rumah, rindunya seberat bumi, dan bahagianya seluas semesta. Susah menemukannya, jika kamu meresa mampu membuatku merasakan keduanya, tunjukanlah, agar aku tahu, agar aku mampu segera memilikimu, jangan menyerah akan hidupku, dan kekuranganku.

Aku mungkin terlalu dingin, tapi jika kamu memberikanku kesempatan maka kamu akan tahu betapa hangatnya diri dan hati ini. Terkadang kesendirian mampu mengajarkan arti cinta, setia, bahagia, rindu, perjuangan, menunggu, dan arti dari kehadirannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Still About Him


Tidak bisakah kamu hanya pergi begitu saja, 
Bisakah kamu tidak menjadi baik dan lembut seperti itu,
Jangan menatap aku dengan mata itu,
Jangan pernah menatapku, seolah aku ini begitu menyedihkan.
Tak usah menatapku, seolah kamu bersalah telah melakukan hal tersebut padaku.
Tak usah kau lakukan semua hal baik, karena semua tidak berguna sama sekali,
Kamu akan tetap pergi, pada akhirnya kamu akan tetap pergi.

Aku tahu betul, kamu merasa bersalah.
Aku tahu betul, kamu begitu tak tega melihatku menangis,
Aku tahu betul, kamu mencoba membuatku lebih baik.
Tapi semua tidak ada gunanya, pada akhirnya kamu akan tetap pergi.

Sudah memasuki, tahun ke empat setelah kita berpisah, namun mengapa kamu dan segala kenangan tentangmu masih saja terus menghuni hari-hariku. Aku tahu kamu tidak akan pernah kembali, aku tahu kamu sudah mengucapkan selamat tinggal, aku juga tahu kamu sudah membayar semua janji-janjimu, aku tahu kamu mencoba untuk tak melukaiku, dengan membuat sebuah perpisahan manis, yang bahkan semakin membuatku tidak mampu mengucapkan sampai jumpa lagi, semoga kamu bahagia, jika dia bahagiamu aku akan bahagia, aku tak sanggup mengatakannya walau sudah ku siapkan kalimat tersebut. Aku ingat betul hari dimana kamu menghubungiku januari tahun 2014, untuk pertama kalinya kamu mengirim sebuah pesan, mengajakku untuk jalan ke sebuah air terjun tempat favoritemu, tempat yang selalu kamu ceritakan padaku, tempat yang selalu kamu janjikan padaku untuk dikunjungi bersama-sama. Aku ingat betul hari itu aku langsung mengiyakan tawaran tersebut. Bahkan aku langsung berlari ke arahmu, aku rela menggunakan motorku sebagai alat tranportasi kita untuk kesana. Hari itu hujan gerimis menemani perjalanan kita, aku tak menggunakan jaket dan kamu merelakan jaketmu dikenakan oleh aku, padahal hari itu dingin, dan kamu menggunakan kaos pendek. Saat itu aku cukup terkesan, berada di belakangnya, melihat penggungnya, merasakan hangat jaketnya, aku cukup terkesan dengan semua yang ia lakukan, dalam hatiku berkata, ia masih tetap sama laki-laki yang selalu membuatku jatuh cinta dengan apapun yang ia lakukan. Canda tawa sepanjang perjalanan, setiap pohon, setiap batu, setiap sawah, setiap detail jalan yang kita lalui, aku masih mengingatnya dengan baik. Yang kurasa saat itu bahagia. Ia lebih nyaman dari rumah, ia lebih indah dari bintang di langit, dan lebih hangat dari perapian. Apapun yang ia katakan, apapun yang ia lakukan selalu mampu membuatku, betapa bersyukurnya diri ini dapat mengenalnya lebih dekat dari siapapun, bersyukurnya aku bahwa laki-laki ini pernah memiliki rasa untukku. Hanya bahagia yang ku rasa hari itu, hingga akhirnya aku sadar bahwa semua yang ia lakukan hanya untuk membayar hutang padaku, hutang janji yang selama ini selalu ku tagih, dan untuk mengucapkan selamt tinggal untuk selama-lamanya. Hari itu ku pikir aku mungkin akan mendapatkan kesempatan kedua, namun sebaliknya hari itu ia ingin mengucapkan selamat tinggal padaku, selamat tinggal dan tidak akan kembali. Ia ingin aku merelakannya pergi, ia ingin aku melupakannya dan melanjutkan hidupku, ingin aku menemukan seseorang yang baru, ingin membiarkannya pergi ke arah wanita lain. Ia ingin aku melakukan semua itu, tanpa berpikir bahwa apa yang ia lakukan hanya semakin membuatku, tak mampu untuk melepaskannya. Jika saja hari itu aku tahu kamu mengajakku jalan hanya untuk mengatakan berpisah, jika saja aku tau kamu hari itu ingin aku merelakanmu, dan andai saja aku tahu itu adalah pertemuan untuk perpisahan, mungkin aku akan menolak ajakanmu, jika aku menolak mungkin saja kamu akan tetap disini, disampingku, ada setiap hari-hariku. 

kamu mungkin tidak pernah tahu, betapa aku sangat merindukanmu. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karena Kamu Pemecah Rekor HidupKu

Ok, selamat malam sahabat muda semua kembali lagi dengan saya ardi di acara confession now, selama sejam kedepan gua akan nemenin kalian semua para pejuang cinta yang mungkin tidak punya kesempatan buat confess perasaan lu, atau buat para cowo yang menyadari confess cinta itu sulit apalagi untuk mengumpulkan keberanian, gua bakal bantu lu semua yang ingin confess perasaan lu ke seseorang silahkan sms ke no official kita, buat pejuang cinta akan gua puter lagi adele yang hello stay tune... Siaran radio dan secangkir kopi menemani malamku yang cukup hening, setelah seharian disibukan dengan tumpukan kerjaan, malam ini mendengar siaran radio ingatanku kembali ke 5 tahun yang lalu, disaat dimana ada seseorang yang membuat hidupku menjadi berwarna ya saat ini aku bilang karenanya aku punya kisah yang berwarna, namun pada saat itu bagiku ia hanya seseorang yang datang dengan warna cerah dan mengakhiri kisah yang ia mulai dengan warna gelap. Waktu itu... Flashback. "pulang sekolah jangan pulang dulu aku mau bicara, aku tunggu dikelasku." isi smsnya indra padaku. Bel pulang berbunyi. Aku balas smsnya. "jadi ingin bertemu? Aku harus ke tempat bimbel." balasku tak ada balasan. Akhirnya aku keluar kelas, tadinya aku putuskan untuk pergi ke tempat bimbel, tiba-tiba ketika aku hendak ke parkiran dari arah berlawanan ada dia, tanpa bersuara hanya isyarat mata, aku mengikutinya. akhirnya kami sudah berada di sebuah ruang kelas, aku duduk berhadapan dengannya, ku tanya "ada apa?". Dengan judes ia jawab " kamu apakan gadis?". Aku bingung "maksudnya?" jawabku bingung. "Ga usah kaya orang bego gitu, kamu sama temen kamu tadi ngomongin gadiskan? Kalian ngomongin apa?" sentaknya ia berbicara keras sambil merokok hal yang paling aku benci hari itu ia melakukannya tepat didepan wajahku. Aku menangis, bukan karena aku merasa bersalah, sampai detik ini aku sendiri tidak tahu salahku dimana, yang ku ingat aku tidak pernah mengatai gadis macam-macam, saat hari itu aku bertanya pada temanku hadiah apa yang cocok untuk laki-laki sepatukah? Kira-kira berapa ukuran sepatunya?. Karena aku tidak tau salahku, aku dihadapkan pada hal yang paling aku benci, dan orang yang ada dihadapanku adalah orang yang aku cintai, dan saat itu dia sedang sangat marah padaku. Ingin berbicarapun tak bisa akhirnya air mata menetes dan aku menangis tersedu, karena tidak ingin ia melihatku menangis dan aku mulai sesak karena asap rokoknya, aku pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Flashback end. Saat ini ketika mengingat saat itu hanya ada satu pertanyaan dibenakku, bagaimana bisa orang yang dulu begitu manis tiba-tiba berubah 180 derajat sangat berbeda,lalu kenapa juga ia pernah memberi warna cerah pada hidupku jika mengakhirinya dengan warna tergelap. setelah ku pikirkan lagi bahkan warna gelap dalam hidupku juga ku dapatkan karnanya, ia benar-benar pemecah rekor hidupku.Sudah 5 tahun berlalu, namun kenangan itu tidak mampu hilang dari ingatanku, seperti kenangan tentang ia yang waktu itu mengirim sebuah pesan diradio bahkan request lagu spesial untukku. Flashback. "anggi sayang, lagi apa?" tanyanya. "lagi dengerin radio, kamu? Udah selesai urusannya?" balasku "radio apa? Sama aku juga, iya udah sekarang lagi nyantai." balasnya. "oh syukurlah istirahat yang, itu lho yang acaranya peyiar radionya nyanyi dan akustikan gitar." balasku "oh, yang itu dengeri terus ya.. Bentar lagi ada kejutan buat kamu." balasnya "kejutan apa?" ketiku belum sempat ku kirim dari radio yang ku dengar penyiar radio membacakan sebuah pesan dari seseorang yang bernama indra, request lagu cassandra cinta terbaik salamnya buat anggi, anggiku selamat malam. Lalu penyiar radio menyanyikan lagu yang indra request secara live. Flashback end. Malam itu aku bahagia, acara radio itu merupakan salah satu acara favoriteku, karena ada akustik gitar, ketika indra tak pernah menghubungiku, ketika aku merindukannya aku selalu memdengarkan akustik gitar baik diradio atau mp3, alasannya karena indra suka main gitar, dan ketika aku mendengarkan suara gitar aku merasa indra ada bersamaku. Saat ini ketika aku mengingatnya gelapnya warna yang ia berikan tak sebanding dengan warna cerah yang ia berikan, ketika saat ini aku mengingatnya aku lebih banyak bahagia karenanya, dan saat ini malam ini aku mau memberitahunya, sepenuhnya aku sadar semua ini sudah berakhir, benar-benar berakhir seperti acara radio favoriteku dan kamu yang sudah berakhir, semuanya benar-benar berakhir. Cerah atau gelap warna yang kau lukiskan dalam hidupku, kau adalah pemecah rekor hidupku.

cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan tokoh atau jalan cerita itu bukan unsur kesengjaan. have a fun reading guys..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta hanya akan membawamu pada orang yang tepat

agis.
Hujan sore ini seperti biasa membuat aku sendu terdiam, ada rasa bete dan itu terlihat jelas dilukiskan oleh wajahku, aku tidak suka hujan, karena terkadang suasana hatiku mendadak sendu, seperti saat ini saat aku sedang menunggu bus dihalte dekat SMA. Kebencianku terhadap hujan berbanding terbalik dengan anak-anak SD yang sedang berlarian tertawa bahagia menyambut hujan. aku memperhatikan anak-anak tersebut begitu pula tawa tulus mereka, perlahan seulas senyum dibibirku. Dalam benakku"apa hujan sebegitu membahagiakannya? , mengapa mereka berlarian dan tertawa bahagia seperti itu." ketika aku sedang memperhatikan anak-anak itu, dari samping ada yang menepuk bahuku, aku terkejut namun sebelum aku sadar dari rasa terkejutku, eric sudah menarik tanganku, mengajakku untuk pulang bersama, tentu saja dengan berlari ditengah hujan, awalnya aku diam saja, bingung dengan yang dilakukan eric. eric adalah teman sekolahku, aku dan dia tinggal didaerah yang sama. kami tidak terlalu dekat tapi ku rasa ia tahu aku tak suka hujan, lalu mengapa ia mengajakku hujan2an seperti ini. "dasar cowo aneh." benakku ngedumel. "gis cepet dong larinya biar ga basah kuyup kita, lama banget sih lo." teriak yang diikuti tawanya yang khas, dan menarikku agar lari lebih cepat. aku hanya bisa geleng2 kepala melihatnya yang menurutku aneh. namun lagi-lagi aku tersenyum ditengah hujan, aku bertanya dalam hati, "ada apa ini kenapa aku tersenyum, karena eric atau karena hujan?. benakku yang lain berkata "bukan keduanya."
eric.
hari ini ku paksakan diriku untuk membawa agis hujan2an bersamaku, aku tak tahan lagi melihatnya yang begitu murung dan anti sosial, bahkan hujan saja ia jadikan media yang dapat ia salahkan, aku tak tahan melihat agis seperti itu. kurasa aku sudah cukup dewasa untuk melindunginya, akhirnya ku beranikan diriku menggenggam tangannya dan mengajaknya berlari, setelah sekian lama aku hanya memandang, mengamati, dan menjaganya dari jauh. agis mungkin tidak ingat padaku, tapi aku tidak akan pernah lupa padanya, dia adalah agisku, sahabatku yang tak bisa ku lindungi, sahabatku yang hilang dari kehidupanku,karena eric kecil tak mampu menjaganya. ketika aku tahu agis balik ke rumah lamanya yang tak jauh dari rumahku, aku terus mengamati dan menjaganya dari jauh, sebuah tugas yang harus aku lakukan karena aku tak mau kejadian masa lalu terulang kembali. aku tak mau agis jadi objek bully teman2 lagi, aku tak mau melihat agis sedih lagi. ke khawatiran aku terhadapnya, ternyata menjadi kenyataan agis trauma berteman, sehingga ia jadi anti sosial.sejak awal kelas 1 SMA agis selalu menyindiri dan tak mau membuat line pertemanan dengan siapapun, hanya sekedar basa basi senyum. melihatnya seperti itu membuatku terpukul dan menyesal karena tak mampu menjaganya dulu. sore ini dibawah hujan aku akan membuat hidup agis tak sesendu hujan, dan tak segelap awan saat hujan. aku ingin memberitaunya bahwa hujan membawa kebahagian, keindahan dan ketenangan. bahkan hujan bisa menjadi sahabatnya. aku genggam tangannya dan ku ajak ia berlari dibawah guyuran hujan, sampai kita tiba ditaman tempat kita sering bermain bersama saat kecil,tempat aku selalu menemukannya saat sedang menangis, tempat dimana aku selalu memasangkan earphone berisi instrument piano yang aku mainkan saat ditempat les musik ditelinganya, berharap earphone itu mampu menolongnya agar ia. tidak mendengar apapun yang buruk tentangnya yang dikatakan orang lain. Dan hanya sebuah instrument yang menenangkan saja yang ia dengar. Flashback end. Sesampainya ditaman aku langsung berbaring dirumput, dan agis tanpa banyak bicara duduk disampingku, seraya mengamati air hujan yang turun melawati ranting2 pohon. Aku bangkit dan memasangkan earphone ditelinganya, sama dengan hal yang sering aku lakukan padanya dulu, namun kali ini aku hanya memasangkan earphone yang tak bersuara, agis menilik bingung padaku, aku hanya tersenyum dan berbaring kembali, ku pejamkan mataku. Dan ku katakan padanya " earphone itu alat penyaring suara, kamu hnya akan mendengar hal baik saja, jika ada hal buruk yang orang lain katakan tentangmu, maka kau tak akan mendengarnya." kataku asal. "dengarkan baik-baik, kamu akan mendengar instrument terindah dari alam, hujan menciptakan sebuah harmoni musik alam yang indah, coba kau dengarkan." kataku lagi kali ini ku tatap matanya dalam. Berharap ia akan baik2 saja dan tak murung lagi. Terlebih agar ia tak benci hujan lagi. Perasaanku padanya masih sama seperti saat aku melihatnya sebuah perasaan ingin menjaga dan membahagiakannya. "Aku sayang kami gis." batinku berbicara.
Agis.
Eric, sepertinya aku tak benar2 lupa tentangmu dan tentang masa laluku yang kelam. Aku ingat terlebih saat aku melihatmu, aku tak mampu membuang ingatan buruk itu, walau aku ingin sekali melupakannya. Aku ingat kamu ric, aku ingat kamu dengan jelas. Tapi aku mencoba mengelak, aku tenggelamkan diriku selama 3 tahun ini, dengan menyendiri, menutup diri dari dunia luar. Aku hidup seolah-olah tak seorangpun ada disekitarku, bukan hanya kejadian masa anak2 kita dulu, sebenarnya luka itu berangsur membaik dan terkikis, namun 3 tahun yang lalu, aku bertemu seseorang yang entah bagaimana membuat hariku lebih berwarna, sebuah kebahagian yang tak pernah aku rasakan selama ini, namun kebahagian itu semu dan sesaat, ia bersikap manis dan perhatian bukan hanya kepadaku, tapi pada setiap wanita. Aku sedih, lagi2 aku dikhianati, setelah kejadian itu aku menutup seluruh hatiku, tenggelam dalam kesendirianku, menarik diri dari dunia luar. Tapi sore ini saat aku melihat caramu menggenggam tanganku, tersenyum padaku, dan tatapanmu yang penuh makna, aku dapat membaca maksud dan isi hatimu ric, "jangan merasa bersalah padaku ric, ini bukan salahmu, aku yang salah aku yang lemah, bukan kamu yang tidak kuat, hanya aku yang terlalu rapuh, berhenti menatapku dengan tatapan menyesal seperti itu." batinku berkata saat eric memasangkan earphone seperti yang sering ia lakukan padaku dulu. Maafkan aku ric pura2 tak mengingatmu, "aku rindu kamu." "maaf dan terimakasih, untuk semuanya." setidaknya sore ini aku mampu dekat dengannya setelah jarak dan waktu memisahkan kita, setidaknya sore ini aku tak lagi membenci hujan, karena hujan aku bisa berlarian dan berdua lagi dengan eric, aku dapat melihat senyumnya, bahkan aku dapat menemukan kembali senyumku. Perlahan ku tutup mataku merasakan instrument yang dibuat hujan sore ini, dan membiarkan hujan membasahiku, air mata mengalir dari mataku, sebuah air mata bahagia karena kini aku bisa tersenyum, setidaknya aku tenang eric kini ada disampingku. Kulihat tangannya yang terus menggenggam tanganku, sebuah bukti yang dapat aku percaya ia tak akan meninggalkanku, ia akan tetap disampingku untuk membahagiakan dan menjagaku. Senyumku semakin lebar saat hatiku menyakininya seperti itu. Aku tersenyum karena hujan dan karenanya, sahabatku yang sangat aku sayang. "aku sayang kamu ric". Batinku berkata.

Setelah melihatku tenang, dan mungkin karena melihat aku tersenyum, ia bangkit dan earphoneku berbunyi sebuah lagu berjudul "the reason" dari hoobastank ku dengarkan dari earphonenya, ku dengarkan setiap baitnya, sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana perasaan eric padaku, betapa ia menyesal dan ingin memulai hal baru dan alasannya adalah aku. Sebelum lagu berakhir ia membisikan sesuatu ditelingaku, yang mebuatku tak mampu membendung air mataku, sekaligus tak mampu menyembunyikan senyumku, "gis, jangan pergi lagi, aku sayang kamu." bisiknya yang hanya dapat ku balas dengan anggukan yang disertai air mata, dan senyumku. "aku rindu kamu ric." akhirnya aku mengatakannya setelah eric mampu menenangkanku. Dengan pelukannya yang hangat.

"karena eric aku tau hujan mampu membuat banyak orang bahagia, karena hujan punya banyak cara membuat orang bahagia, setiap orang punya bahagianya sendiri setiap hujan datang. Begitupun aku, aku tak pernah menyadari bahwa suara hujan itu sangat indah dan hujan begitu menenangkan, aku tak akan tahu itu jika eric tak memaksaku hujan2an, dan mungkin aku tak akan pernah melihat pelangi setelah hujan, jika aku bersembunyi setiap hujan datang. Tapi sore ini eric membawaku hujan2an dan melihat pelangi setelah hujan, indah sangat indah dan menenangkan, aku suka hujan dan eric.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Love is bestfriend

caramel machiatto hangat menemaniku sore ini disalah satu taman kota yang ada diseoul, alam terbuka seperti taman menjadi salah satu tempat favoriteku untuk menyendiri. hei by the way ini bulan april ah aku suka april, april adalah bulan kelahiranku, hei diseoul saat ini juga sedang musim semi, ah musim favoriteku, cherry blossom bermekaran dengan indah membuat taman ini menjadi pink. aku suka april, ya april juga namaku. bukankah itu terdengar seperti aku sangat mencintai diriku sendiri? haha itu faktanya. kubuka laptopku, kupasang headphoneku yang terpasang dengan handphone ku, ku play lagu favoriteku haru haru bigbang dan berbagai macam lagu korea lainnya yang siap mengalun indah memanjakan telingaku. setelah kurasa musik sudah nyaman mengalun lembut ditelingaku. ku ambil coffee ku kuseruput sedikit karena masih panas, seraya mataku dengan liar memandang sekitar, dimana sore itu banyak keluarga yang sedang piknik, dan muda mudi yang bercengkrama, dan beberapa pasangan tua maupun muda saling bergandengan tangan dan tertawa bersama. senyum tersungging dimulutku, sesaat aku rindu dirinya. cherry blossom jatuh tepat dikeyboad laptopku, kuambil kamera untuk mengabadikan setiap moment yang mampu aku tangkap diseoul. ku potret kakek dan nenek yang sedang duduk tepat disebarangku, senyum bahagia selalu menghiasi wajah mereka saat mereka berbagi sebuah cerita, tangan mereka yang tidak saling melepaskan satu sama lain menambah kesan bahwa "mereka akan selalu seperti ini selamanya, kami tidak bisa pergi jauh-jauh karena nanti akan ada rindu."
foto tersebut aku upload ke instagramku dengan caption "cinta itu sahabat, sahabat yang akan ada disampingmu bahkan waktu tak akan mampu memisahkan, ketika tua nanti aku akan sangat membutuhkanmu sahabatku, untuk berbagi tawa bahagia,tangis haru, dan gengaman yang saling menguatkan."

beberapa saat setelah aku upload foto tersebut, aku menerina sebuah pesan, pesan dari sahabatku, "hey, kamu yang ada diseoul aku rindu, kapan akan kembali, aku kehilangan tawaku,aku kehilangan tangis haruku,aku kehilangan genggaman penguatku, aku rindu cintaku."
ku balas pesan singkat yang sanggup membuatku meneteskan air mata serta senyum, ah sial aku merindukannya, kuketikan "hey sahabat kau yang tak mau menemaniku ke korea, kau ini mengapa sangat membenci tempat yang paling aku sukai, jadi resikomu kalau kau rindu aku, kamu tak mau ku ajak. bodoh aku juga rindu padamu sahabatku." klik send.

entah mengapa air mata ini tidak mau berhenti, ah sepertinya aku juga benar-benar meridukannya, ku usap air mataku, ku putuskan untuk kembali ke hotel. belum sempat aku beranjak pergi hp ku berdering telepon darinya, "hei mau kemana?" katanya seolah-olah ia tahu aku mau pergi. "jangan pergi dulu, aku baru sampai." yang satu ini bukan ditelepon tapi ditelingaku,ah seketika aku berbalik ke arah suara itu berasal, dan aku membeku melihat adit sudah ada dihadapanku dan membentangkan tangannya, mendekatiku dan memelukku. "ah sahabatku, dan cintaku ada disini." ujarku dalam hati.
"aku rindu kamu sahabat". katanya
ku pukul lengannya, "aku juga rindu kamu sahabat."
dia menarik lenganku dan menggenggamnya membawaku berjalan ditengah pohon cherry blossom yang berbaris rapih, seolah mempersilahkan kami berjalan berdua.
"cinta mampu merubah hal yang paling kamu benci menjadi hal yang paling kamu suka, cinta itu. mampu membuat kamu bertingkah gila, karena pada akhirnya kamu akan melakukan apapun untuknya,cinta itu tawa dan tangis, cinta itu bahagia, cinta itu sahabat, cinta itu kamu." caption difoto kami yang sedang berjalan dibawah pohon cherry blossom dimusim semi korea selatan yang ku upload diinstaku. musim semi yang indah bersamu terimakasih sahabat. ^_^ kututup hariku yang indah dimusim semi ini bersamanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LEMBARAN BARU

sebuah kisah yang bermula dari rasa kagum. yang berlanjut pada rasa saling ingin kenal. yang terpendam beberapa tahun. lalu sebuah pintu terbuka, menunjukan sebuah jalan hingga akhirnya sebuah perkenalanpun terjadi. berawal dari niatku memperkenalkan ia pada adikku. bermaksud membantu sang adik mengenalnya. setelah perkenalan singkat, obrolanpun berlanjut. aku heran diawal perkenalan saja dia sudah nyaman bercerita banyak hal padaku. bersikap begitu dekat seperti sudah mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama. aku kira ia juga begitu pada adikku. namun tidak itu hanya terjadi ketika ia mengobrol padaku. sharing banyak hal diawal perkenalan kita. berbagi cerita, dan berbagi perhatian yang singkat. setelah perkenal sebuah pintu lain terbuka, mengantarkan kami pada sebuah pertemuan. pertemuan pertama setelah mengenal nama satu sama lain. sebuah perjalanan berdua menuju sebuah tempat sejuk yang indah dengan air terjunnya. pertemuan pertama yang dipenuhi dengan canda dan tawa, cerita dan pengalaman, lagi-lagi pertemuan pertama yang terasa sering dilakukan. tidak ada rasa canggung, kami mengobrol dan tertawa bersama layaknya teman yang sudah lama berteman. cerita, canda,tawa, air terjun,pohon pinus,jalanan menuju air terjun, floridina, dan bunga pinus menjadi saksi kebahagian pertemuan pertama kami. setelah tempat manis tersebut. pertemuan kami juga dilanjutkan dengan menyusuri jalan untuk pulang, sebelum pulang kau membelikanku es krim. hey masih ku simpan semua hal yang terjadi diawal pertemuan kita. setelah pintu pertemuan terbuka komunikasi sebagai teman terus berlanjut , hingga suatu hari ada sebuah kejadian yang membuatku akhirnya membuat sebuah pilihan. setelah itu pintu selanjutnya terbuka kembali, dimana pintu tersebut mengantarkanku pada sebuah lembaran baru dalam kehidupan cintaku. ya pada tanggal 14 agustus 2015 dengan senyuman mu kamu mengatakan ingin aku jadi pacar kamu, bukan hanya jadi pacar katamu tapi lebih dari itu. kau ingin menjadikanku yang terakhir untukmu. ku terima ku iya kan semua perkataanmu. awalnya aku takut, takut perasaanmu padaku tidak serius. namun perasaan suka ini yang mendorongku untuk mulai mempercayaimu. dan memulai babak baru dalam hidupku setelah 3 tahun menjomblo. pintu baru dihari baru setelah resmi berpacaran kami bertemu kembali, sekarang jalanan cirebon-majalengka menjadi saksinya. paralayang adalah tempat pertama yg kami datangi setelah kami resmi berpacaran. kakinya sedang sakit saat itu, tapi senyumnya tidak pernah hilang. ia cowo yang hangat aku suka,ia cowo yg gentle aku suka dia,banyak hal kecil yg ia lakukan yang membuatku bersyukur aku punya dia. hingga terus terucap dalam hati bahwa aku mencintainya. kelapa muda dan kuaci kali ini teman kami. dan saat ini saat aku menulis ini aku rindu kamu bima. aku rindu ingin bertemu kamu. ia mengirim beberapa lagu yang menggambarkan perasaannya. dan lagunya masih aku simpan bim. aku suka semua lagu dari kamu. setelah hal manis terjadi pada kami, sebuah ujian datang bimaku sakit hingga akhirnya dirawat. dengan sangat menyesal aku tidak bisa menemaninya. sedih pasti. merasa tak berguna jelas. aku khawatir sangat khawatir hingga akhirnya aku kacau. syukurlah ia dapat sembuh dan pulih kembali. namub setelah hari itu ia sering menghilang, ia jadi sering sakit dan mudah lelah dan jarang mengabariku. dan selalu membuatku khawatir. aku khawatir pada keadaannya dan juga pada perasaannya padaku. aku takut perasaannya berubah padaku. setelah beberapa minggu kami tidak bertemu. pintu pertemuan selanjutnya kembali terbuka, kali ini ia menjemputku yg baru pulang dari kuliah. aku mengeluh lapar saat itu, dan ia mengajakku makan mi ayam ditempat favoritenya. dan minum es kelapa di asrama haji. jalanan yg tak ku kenal daerahnya menjadi saksi kami. perasaan rindu yang beberapa minggu ku pendam ingin sekali ku lampiaskan dengan memeluknya namun tak jadi aku terlalu malu untuk melakukannya, semoga ada kesempatan lain untuk dapat memeluknya. yang ku lakukan saat itu hanya mampu menyandarkan kepalaku dibahunya. dan detik ini aku rindu dia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kau kah itu


Berbeda dengan suasana kelas 2 bahasa yang sangat sepi dan hening, karena isinya para wanita semua. Dikelas 2 ips justru dipenuhi dengan keributan. Kelas 2 bahasa dengan 2 ips bersebrangan, hanya dibatasi oleh lapangan serbaguna.  Indah duduk didekat jendela sebelum pa indra masuk ke kelasnya, ia sering memperhatikan anak-anak kelas 2 ips yang memang berbeda sekali dengan keadaan kelasnya yang hening dan sepi. Dikelas 2 ips lebih rame dan semua berkomunikasi dengan riang dan ramah. Namun mata indah hanya tertuju pada satu orang, orang yang sama dengan yang tadi pagi menabraknya, ketika berangkat sekolah. Ia adalah hansel seseorang yang sangat popular disekolah, karena orangnya yang ramah dan selalu tersenyum pada setiap orang, ia juga merupakan kapten sepak bola disekolah, selain itu ia jago disemua bidang olahraga, wajahnya yang tampan dan tinggi badan yang sempurna, serta atletis, membuat banyak cewe disekolah tersebut mengidolakannya. Indah salah satu orang yang enggan tau segala tentang hansel. Namun tanpa ia sadari, ia selalu memperhatikan gilang. Pelajaranpun dimulai tepat setelah pa indra masuk, guru wali kelas 2 bahasa yang sangat to the point dan enggan basa-basi dengan muridnya, hanya dengan indah ia dekat, karena indah adalah ketua kelas 2 bahasa maka hanya indah saja yang pa indra kenal. Setelah jam pelajaran selesai indah diminta pa indra membawa buku catatan teman sekelasnya ke kantor. Indah sebenarnya sangat benci menjadi ketua kelas 2 bahasa, karena ia tak suka direpotkan, dan ia mempunyai wali kelas yang sangat merepotkan. Dan indah tidak pernah mengobrol dengan teman sekelasnya, ia malas berteman. Akhirnya ia hanya membawa 25 buku catatan ke ruang guru sendiri, selalu seperti itu setiap harinya, wajar kali ini ia hanya berdiri didepan kelas menunggu teman-temannya dengan kesadaran sendiri mengumpulkan buku catatannya. Wajah indah jika moodnya sedang tidak bagus, sangat menyeramkan. Hanya butuh waktu 5 menit buku catatn semua anak terkumpul, indah langsung membawanya ke ruang guru, namun dilorong indah bertemu dengan roy anak kelas 2 matematika, roy adalah sahabat indah dari SD. Tanpa banyak omong roy mengambil sebagian buku yang dibawa oleh indah, dan mengikuti indah dengan tenang disampingnya. Perjalanan indah ke ruang guru selalu tidak berjalan dengan mulus, karena ia harus melewati banyak ruang kelas, dan disetiap lorong depan kelas mereka selalu dijadikan tempat mereka bermain, begitu pula didepan kelas 3 ips, yang anak laki-lakinya sedang bermain bola, indah hanya dapat menarik napas panjang dengan tingkah kakak kelasnya itu,indah mencoba mengabaikan ketidaknyamanan yang ia rasakan, dan roy menyadari itu. Roy yang ada disampingnya hanya dapat melindungi indah agar tidak terkena bola yang kini mengarah kepada mereka, dan roy mempersilahkan indah lewat duluan menuju ruang guru. Sementara roy mencoba menahan bola yang tadi hampir mengenai indah, dan memberikan bola tadi pada kakak kelasnya. Setelah itu roy bergegas menyusul indah. “ndah, are you ok?” Tanya roy. Dan dijawab dengan anggukan kepala dari indah. “ nanti kita kembali ke kelas lewat taman belakang aja ya?” ajak roy, dan kembali hanya dibalas oleh anggukan kepala oleh indah. Setelah dari kantor, indah dan roy kembali ke kelas mereka namun dari belakang ruang kelas yang tadi mereka lewati, jalan yang indah dan roy lewati saat ini adalah salah satu favorite indah taman kecil dibelakang sekolah dengan air mancurnya, dan keheninganya. Indah tanpa banyak bicara duduk dekat kolam yang ada air mancurnya, dan roy tetap berjalan lurus kembali ke kelasnya untuk mengambil bekal yang sudah ia siapkan dari rumah untuk indah. Kini indah dan roy menikamati makan siang mereka. “roy” panggil indah. “ya ndah, ada apa?” jawab roy, indah menatap roy dan berkata “boleh pinjem bahunya? indah cape”. Roy awalnya ragu, namun ia sadar sahabatnya ini sedang lelah dan membutuhkannya, roy pun mengangguk yang artinya ia memperbolehkan indah untuk bersandar padanya untuk beberapa saat. Indah mulai bersandar pada roy dan roy membeku dengan posisinya, bahkan ia pun tak sadar jika indah menangis dibahunya. Setelah agak baikan indah meninggalkan roy yang kini masih membeku dengan posisinya, “terimakasih roy” ucap indah sebelum ia jalan menuju kelasnya. Ketika kembali ke kelas indah merasakan ada yang berbeda, dan tanpa ia sadari ia berjalan menuju ruang seni, dan tak ada siapapun disana. Indah kembali ke kelasnya dan duduk dikursinya. Hansel ada dilapang sedang bermain bola, mata indah terus mengamati gerak gerik Hansel. Tidak ada ekspresi yang berarti ketika indah menatapa Hansel. Indah berbalik arah dan tidak menatap ke jendela lagi, ia mengambil bukunya, dan headset yang tidak tersambung ke handphone, dan indah memulai kegiatan membacanya dan menyendirinya lagi. Kegiatan indah ini ternyata tak luput dari perhatian roy da Hansel yang kini keduanya ada diapang bola.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KAU KAH ITU, INI KEBETULAN, ATAU KAMU ADALAH TAKDIRKU?


   pagi hari ini, indah berangkat ke sekolah lebih awal, ia sengaja berangkat ke sekolah lebih pagi untuk menikmati suasana sejuk pagi hari dimusim semi ini, aroma wangi bunga dan indah warna warni bunga disepanjang jalan menuju sekolah menemani langkah indah menuju sekolah. Indah sangat suka musim semi karena hanya ketika musim semi ia dapat melihat bunga-bunga bermekaran dengan sangat cantik. Indah berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki karena memang sekolahnya tidak jauh dari rumahnya ia hanya perlu berjalan dengan menempuh waktu 15 menit lamanya. Ia juga terbiasa jalan sendiri ke sekolah, dan berangkat pagi-pagi, karena semakin pagi ia berangkat semakin tenang suasana jalanan, indah tidak suka suara bising ia tidak suka keramaian ia sangat suka ketenangan. Ketika indah sedang berjalan menuju sekolahnya, tiba-tiba ada pengendara sepeda yang menyerempet indah hingga indah terjatuh. Si pengendara sepeda itu berhenti dan menanyakan keadaan indah “kamu baik-baik saja”. Indah yang sedang sibuk membereskan buku-bukunya yang berhamburan dijalan tak menghiraukan si pengendara sepeda tersebut ia hanya menganggukkan kepala yang bearti ia tidak apa-apa, tanpa melihat si pengendara sepeda itu. Si pengendara sepeda tersebut melihat anggukan kepala indah yang bearti indah tidak apa-apa, lalu ia melanjutkan perjalanannya.
     Indah sampai disekolah, suasana sekolah masih sangat sepi disetiap kelas hanya terdapat beberapa orang yang sudah datang begitu pula dikelasnya hanya ada ia seorang, indah merupakan anak kelas 2 bahasa, ruang kelas indah berdekatan dengan ruang kesenian. Indah masuk kekelasnya dan duduk dibangkunya, lalu ia membuka salah satu buku yang ia bawa, dan mulai membacanya. Indah tidak  berkomentar sedikitpun mengenai kejadian tadi dijalan ketika ia jatuh karna ditabrak pengendara sepeda, namun ia menggrutu ketika ia mendengar melodi senar gitar yang sedang dipetik dan suara seseorang menyanyikan lagu Jason mraz- lucky, terdengar suara seorang laki-laki bernyanyi “I’m lucky I’m in love with my bestfriend, lucky to have been where I have been, lucky to be coming home again huhuuhuu.. they don’t know how long it takes waiting for a love like this everytime we say goodbye, I wish we had one more kiss, I wait for you I promise you, I will.” Ia bernyanyi dengan iringan gitar, vokal dengan gitar sangatlah selaras dan merdu. Namun walau merdu dan enak didengar buat indah itu sangat mengganggu dirinya, menurut indah itu hanyalah suara berisik yang sangat mengganggu telinga. “kenapa sih tiap hari dia selalu meyanyikan lagu yang sama ga pagi, ga pas istirahat, ga pas jam tambahan, ganggu banget, padahal aku berangkat sepagi mungkin salah satu alasannya agar ga denger suara dia dan gitarnya itu,berisik!.” Gerutu indah walau indah sudah sering mendengarkan dan merasa terganggu ia sekalipun tidak pernah menemui orang yang bernyanyi itu untuk menegur atau hanya untuk sekedar tahu, tak pernah. Walau merasa terganggu indah tidak pergi keruang seni ia hanya melanjutkan aktifitas membacanya, sesekali ia menikmati lagu tersebut, sampai jam pun menunjukan pukul 07.00 yang bearti sebentar lagi bel masuk berbunyi, satu-satu teman kelas indah datang, dan suasana kelas mulai ramai, indah menutup bukunya bersamaan dengan indah menutup buku, seseorang yang bermain dan bernyanyi diruang seni pun berhenti. ~bersambung~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ke menyebutnya sakuraku


PROLOG
            “haruskah ada pertemuan untuk dapat mengenalmu, jika aku selama ini hanya dapat memandangmu yang sedang menunggu kedatangan orang lain, apakah itu sebuah pertemuan, aku ingin mengenalmu disaat pertama aku melihatmu duduk dibawah pohon sakura itu kau gadis manis mengapa kau duduk sendiri dan menanti seseoranng yang tak pernah datang. Bahkan kau tak merasa bosan duduk sendiri disana, dan bahkan aku yang tak mengenalmu tak mampu beranjak dari tempatku sebelum kau beranjak terlebih dahulu, haruskah aku mengahampirimu, menemuimu agar aku dapat memulai kisah kita, jika memang harus ada pertemuan untuk memulai sebuah kisah haruskah aku menghampirimu atau takdir yang akan mempertemukan kita.”
Jam menunjukan pukul 06.00 namun sakura sudah ijin pergi ke sekolah. “ ma, sasa berangkat ya, assalamualaikum”. Seru sasa seraya segera berjalan menuju bagasi. Sasa berangkat kesekolah menggunakan sepeda, namun seperti biasa ia tidak langsung berangkat menuju sekolahnnya ia pergi menuju taman terlebih dahulu, dan lagi ini masih terlalu pagi, bahkan matahari masih enggan menunjukan cahayanya, hanya ada hewan  seperti burung dan angsa  ditaman itu yang menemaninya setiap hari,sasa mengencangkan sal dilehernya, pagi ini memang cuaca sangat dingin, setelah itu sasa mengeluarkan sekantung plastik jagung untuk diberikannya pada burung dan angsa yang ada ditaman itu. Gadis berambut panjang nan indah itu, memang menyukai suasana hening jika ia sedang ditaman pagi hari, ia duduk dikursi taman dekat kola ikan yang ada ditaman itu tepat dibawah pohon sakura, gadis berkulit putih dan tinggi itu duduk sambil mendengarkan musik dan membaca sebuah buku. Semua kegiatan yang sasa lakukan pagi ini  sudah ia lakukan sebulan kebelakang.
Tak jauh dari temapat duduk sasa ada seorang laki-laki dengan earphone ditelinganya dan melakukan akifitas yang sama dengan sasa, namun berbeda dengan sasa yang tak pernah memperhatikan sekelilingnya, agara nama laki-laki itu. Agara selalu memperhatikan sasa yang duduk tak jauh dari sana. Agara awalnya tak pernah memperhatikan sasa, ia juga sama seperti sasa yang tak pernah memperhatikan sekelilingnya, ia hanya duduk menunggu seseorang yang tak pernah datang sejak hari itu. ~Flashback~ Agara selalu datang tepat pukul 06.00 ditaman itu, rutinitas itu selalu  ia lakukan bersama indri ketika mereka masih bersama indri sangat menyukai suasana pagi hari yang tenang ditaman, dan agara selalu setia menemaninya, sambil medengarkan lagu yang terkadang agara sendiri yang menyanyikannya mereka menghabiskan pagi mereka sebelum ke sekolah. Namun, saat ini agara hanya duduk sendiri ditaman itu tak ada indri, tak ada lagi seseorang yang selalu tersenyum bahagia mengghabiskan waktu pagi bersamanya. Indri kekasih yang sangat ia cintai itu kini sedang berada diluar negeri, indri pindah sekolah keluar negeri dan kini agara laki-laki tinggi dan tampan itu seperti sudah terbiasa menghabiskan waktu pagi ditaman itu walau tak ada indri disampingnya, dan terkadang ia berfikir jika ia duduk disana maka ketika indri pulang indri dapat melihatnya sebagai orang pertama yang ia lihat ketika ia bangun dipagi hari, karena memang taman itu dekat dengan rumah indri. Pada minggu awal bulan ini dimana minggu pertama ia menghabiskan pagi tanpa indri ditaman itu, ia masih terus dibayang-bayangi indri, begitu pula minggu ke dua, ketika minggu ketiga agara mulai sadar bahwa indri tak akan pulang dan ia memutuskan untuk menghentikan kebiasaannya yang duduk ditaman itu setiap pagi. Namun setelah tiga minggu ia duduk ditaman itu untuk pertama kalinya ia memperhatikan sekelilingnya dan saat itu ia sadar selama ini ia tidak sendiri ditaman itu, tak jauh dari tempat ia duduk ada seorang gadis yang duduk dibawah pohon sakura, seorang gadis manis yang sepertinya enggan beranjak dari tempat duduknya bahkan ketika agara mulai bosan dengan aktifitasnya ditaman itu setiap pagi, seorang gadis yang sepertinya juga sedang menunggu seseorang yang mungkin tak akan pernah datang. Agara awalnya hanya melihat gadis itu biasa saja dan tak peduli dengan apa yang dilakukan gadis itu. Keesokan harinya setelah agara melihat gadis itu untuk pertama kalinya, ketika ia sedang melajukan sepedanya melewati taman itu ia melihat gadis itu lagi , sejak hari itu agara penasaran dan peduli dengan gadis yang memiliki kebiasaan yang sama dengannya itu. ~flashback end”. Tiba-tiba sasa bangun dan beranjak pergi dari tempat duduknya dan itu membuyarkan lamunan agara yang flashback bagaimana ia kini memperhatikan gerak gerik sasa, gadis yang tak pernah ia kenal sebelumnya dan sampai saat ini ia tak mengenalnya. “apakah ini namanya sebuah pertemuan karena pada akhirnya untuk pertama kalinya aku melihat seseorang setelah indri, dan ini awal untukku terus memperhatikanmu, sakuraku, ijinkan ku  memanggilmu sakuraku karena memang belum ada kesempatan untukku mengetahui namamu.” Seru agara seraya beranjak meninggalkan taman itu setelah sebelumnya sasa pergi terlebih dahulu.
Sasa tiba disekolah sama seperti aktifitas  yang ia lakukan pagi hari tak banyak bicara. Sasa memang tak suka keributan atau berbuat ribut. Ketika ia tiba disekolah ia langsung pergi menuju kelasnya. Walau sasa orangnya sangat diam namun ia punya teman yang sangat bawel namanya lili  “sasa astaga lo kemana aja sih kata nyokap lo, lo berangkat udah dari pagi kenapa baru sampe disekolah jam segini sih lo, kemana aja sa gue khawatir tau ga sama lo, yaelah lo malah diem aja”. Seru lili yang ngomongnya tanpa rem. “udah ngomongnya? Gimana aku mau jawab kamu tuh ya li ngomongnya aja ga pake koma, kamu kaya ga tau aku aja si li aku kan pergi ke taman dulu sebelum kesekolah, udah ah jangan banyak nanya aku lagi malas bicara, oke”. Jawab sasa dengan nada yang tak bersemangat. “yaya sory sory gue ga akan nanya-nanya lo lagi gue duduk ya, kalau ada apa-apa atau butuh gue panggil aja ya, ini ada bento buatan gue special buat lo dimakan ya, dan ini ada sesuatu gue nemu diloker lu hahaha ga tau dari siapa, daaaaah sasa” seru lili seraya ia bergegas ke mejanya. “li..” belum sempat sasa menuruskan kata-katanya yang akan memarahi lili karena lagi-lagi lili mengacak-acak lokernya, guru sudah masuk kekelasnya dan akan segera memulai pelajaran. Setelah 2 jam belajar dikelas akhirnya bel istirahatpun berbunyi, tak tunggu lama lili segera pergi ke luar kelas karena ia tahu sasa bakal marah besar ke dia, dan tak lama setelah lili keluar kelas sasa bergegas keluar mengejar sahabatnya itu untuk menegurnya yang lagi-lagi membuka lokernya tanpa seijinnya. “liliiiiiiiiii jangan lari kamu”. sasa mengejarnya dengan cepat tapi pas melewati kelas ips ia bertabrakan dengan salah seorang laki-laki, dan sasa terjatuh sasa mengaduh kesakitan namun ia tak menyambut tangan laki-laki yang ia tabrak tadi ketika laki-laki itu mengulurkan tangannya hendak membantu sasa berdiri, sasa malah berbalik dan pergi tanpa mengucapkan apa-apa bahkan ia tak sedikitpun menatap laki-laki itu, ia juga tak melanjutkan mengejar sahabatnya itu, Karena ia sudah terlalu kesal. Sasa akhirnya kembali ke kelas, tapi ketika ia kembali kekelas ia melihat suasana kelas  yang tak beraturan Karena sekarang jam istirahat dan lagi suasana kelas sangat gaduh, akhirnya sasa ke kelas hanya mengambil earphone dan hpnya serta buku yang sedang ia baca tadi pagi, lalu ia pun bergegas pergi ke taman belakang sekolah, taman belakang cukup sunyi dan sejuk tempat yang sangat disukai oleh sasa. Seperi pada pagi hari sasa duduk dibangku taman yang ada ditaman tersebut, dan mendengarkan music sekaligus melanjutkan membaca bukunya, namun bedanya dengan tadi pagi kali ini ia sambil bergumam kesal karena kejadian tadi “ah aku benci keramian, aku benci lili karena dia aku jadi terjatuh dan ditertawakan oleh anak-anak itu, lagian anak itu ga punya mata apa kenapa pake nabrak aku segala, kalau aja tadi aku diam dikelas dan ga ngejar lili mungkin aku ga akan merasa sakit dan malu kaya gini.” Omel sasa. Ia terus ngedumel tanpa sadar ada yang memperhatikannya, sama dengan pagi tadi dengan tak sengaja agara kembali melihat sasa, kali ini agara memperhatikan sasa yang sedang dengan tersenyum, sebelum sasa datang agara sudah berada ditaman itu, sedang membaringkan badannya dirumput dan memejamkan matanya. Namun ia terbangun ketika ia mendengar suara sasa yang sedang marah-marah tidak jelas, agara awlanya kaget ketika gadis yang sedang marah-marah itu adalah gadis yang sama yang ia lihat setiap pagi ditaman itu. Agara memperhatikan dan mendengarkan sasa yang sedang marah-marah dengan senyum simpul dibibirnya, “ternyata kau lagi sakuraku, kenapa kau begitu manis bahkan ketika kau sedang mengomel seperti itu, pertemuan kali ini sebuah kebetulan atau memang takdir, aku tak pernah tau kau satu sekolah denganku sakuraku”.seru agara seraya kembali berbaring dan menatap langit. “Jika pertemuan terjadi lebih dari sekali apakah aku boleh menyebutnya dengan jodoh? Ntahlah dia gadis yang manis dan aku sangat ingin mengenalnya.” Seru agara dalam hati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS