When love ask the owner
Apa Arti Aku Bagimu?
Still About Him
Karena Kamu Pemecah Rekor HidupKu
Ok, selamat malam sahabat muda semua kembali lagi dengan saya ardi di acara confession now, selama sejam kedepan gua akan nemenin kalian semua para pejuang cinta yang mungkin tidak punya kesempatan buat confess perasaan lu, atau buat para cowo yang menyadari confess cinta itu sulit apalagi untuk mengumpulkan keberanian, gua bakal bantu lu semua yang ingin confess perasaan lu ke seseorang silahkan sms ke no official kita, buat pejuang cinta akan gua puter lagi adele yang hello stay tune...
Siaran radio dan secangkir kopi menemani malamku yang cukup hening, setelah seharian disibukan dengan tumpukan kerjaan, malam ini mendengar siaran radio ingatanku kembali ke 5 tahun yang lalu, disaat dimana ada seseorang yang membuat hidupku menjadi berwarna ya saat ini aku bilang karenanya aku punya kisah yang berwarna, namun pada saat itu bagiku ia hanya seseorang yang datang dengan warna cerah dan mengakhiri kisah yang ia mulai dengan warna gelap. Waktu itu...
Flashback.
"pulang sekolah jangan pulang dulu aku mau bicara, aku tunggu dikelasku." isi smsnya indra padaku.
Bel pulang berbunyi. Aku balas smsnya. "jadi ingin bertemu? Aku harus ke tempat bimbel." balasku tak ada balasan. Akhirnya aku keluar kelas, tadinya aku putuskan untuk pergi ke tempat bimbel, tiba-tiba ketika aku hendak ke parkiran dari arah berlawanan ada dia, tanpa bersuara hanya isyarat mata, aku mengikutinya. akhirnya kami sudah berada di sebuah ruang kelas, aku duduk berhadapan dengannya, ku tanya "ada apa?". Dengan judes ia jawab " kamu apakan gadis?". Aku bingung "maksudnya?" jawabku bingung. "Ga usah kaya orang bego gitu, kamu sama temen kamu tadi ngomongin gadiskan? Kalian ngomongin apa?" sentaknya ia berbicara keras sambil merokok hal yang paling aku benci hari itu ia melakukannya tepat didepan wajahku. Aku menangis, bukan karena aku merasa bersalah, sampai detik ini aku sendiri tidak tahu salahku dimana, yang ku ingat aku tidak pernah mengatai gadis macam-macam, saat hari itu aku bertanya pada temanku hadiah apa yang cocok untuk laki-laki sepatukah? Kira-kira berapa ukuran sepatunya?. Karena aku tidak tau salahku, aku dihadapkan pada hal yang paling aku benci, dan orang yang ada dihadapanku adalah orang yang aku cintai, dan saat itu dia sedang sangat marah padaku. Ingin berbicarapun tak bisa akhirnya air mata menetes dan aku menangis tersedu, karena tidak ingin ia melihatku menangis dan aku mulai sesak karena asap rokoknya, aku pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
Flashback end.
Saat ini ketika mengingat saat itu hanya ada satu pertanyaan dibenakku, bagaimana bisa orang yang dulu begitu manis tiba-tiba berubah 180 derajat sangat berbeda,lalu kenapa juga ia pernah memberi warna cerah pada hidupku jika mengakhirinya dengan warna tergelap. setelah ku pikirkan lagi bahkan warna gelap dalam hidupku juga ku dapatkan karnanya, ia benar-benar pemecah rekor hidupku.Sudah 5 tahun berlalu, namun kenangan itu tidak mampu hilang dari ingatanku, seperti kenangan tentang ia yang waktu itu mengirim sebuah pesan diradio bahkan request lagu spesial untukku.
Flashback.
"anggi sayang, lagi apa?" tanyanya.
"lagi dengerin radio, kamu? Udah selesai urusannya?" balasku
"radio apa? Sama aku juga, iya udah sekarang lagi nyantai." balasnya.
"oh syukurlah istirahat yang, itu lho yang acaranya peyiar radionya nyanyi dan akustikan gitar." balasku
"oh, yang itu dengeri terus ya.. Bentar lagi ada kejutan buat kamu." balasnya
"kejutan apa?" ketiku belum sempat ku kirim dari radio yang ku dengar penyiar radio membacakan sebuah pesan dari seseorang yang bernama indra, request lagu cassandra cinta terbaik salamnya buat anggi, anggiku selamat malam. Lalu penyiar radio menyanyikan lagu yang indra request secara live.
Flashback end.
Malam itu aku bahagia, acara radio itu merupakan salah satu acara favoriteku, karena ada akustik gitar, ketika indra tak pernah menghubungiku, ketika aku merindukannya aku selalu memdengarkan akustik gitar baik diradio atau mp3, alasannya karena indra suka main gitar, dan ketika aku mendengarkan suara gitar aku merasa indra ada bersamaku. Saat ini ketika aku mengingatnya gelapnya warna yang ia berikan tak sebanding dengan warna cerah yang ia berikan, ketika saat ini aku mengingatnya aku lebih banyak bahagia karenanya, dan saat ini malam ini aku mau memberitahunya, sepenuhnya aku sadar semua ini sudah berakhir, benar-benar berakhir seperti acara radio favoriteku dan kamu yang sudah berakhir, semuanya benar-benar berakhir. Cerah atau gelap warna yang kau lukiskan dalam hidupku, kau adalah pemecah rekor hidupku.
cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan tokoh atau jalan cerita itu bukan unsur kesengjaan. have a fun reading guys..
Cinta hanya akan membawamu pada orang yang tepat
Hujan sore ini seperti biasa membuat aku sendu terdiam, ada rasa bete dan itu terlihat jelas dilukiskan oleh wajahku, aku tidak suka hujan, karena terkadang suasana hatiku mendadak sendu, seperti saat ini saat aku sedang menunggu bus dihalte dekat SMA. Kebencianku terhadap hujan berbanding terbalik dengan anak-anak SD yang sedang berlarian tertawa bahagia menyambut hujan. aku memperhatikan anak-anak tersebut begitu pula tawa tulus mereka, perlahan seulas senyum dibibirku. Dalam benakku"apa hujan sebegitu membahagiakannya? , mengapa mereka berlarian dan tertawa bahagia seperti itu." ketika aku sedang memperhatikan anak-anak itu, dari samping ada yang menepuk bahuku, aku terkejut namun sebelum aku sadar dari rasa terkejutku, eric sudah menarik tanganku, mengajakku untuk pulang bersama, tentu saja dengan berlari ditengah hujan, awalnya aku diam saja, bingung dengan yang dilakukan eric. eric adalah teman sekolahku, aku dan dia tinggal didaerah yang sama. kami tidak terlalu dekat tapi ku rasa ia tahu aku tak suka hujan, lalu mengapa ia mengajakku hujan2an seperti ini. "dasar cowo aneh." benakku ngedumel. "gis cepet dong larinya biar ga basah kuyup kita, lama banget sih lo." teriak yang diikuti tawanya yang khas, dan menarikku agar lari lebih cepat. aku hanya bisa geleng2 kepala melihatnya yang menurutku aneh. namun lagi-lagi aku tersenyum ditengah hujan, aku bertanya dalam hati, "ada apa ini kenapa aku tersenyum, karena eric atau karena hujan?. benakku yang lain berkata "bukan keduanya."
eric.
hari ini ku paksakan diriku untuk membawa agis hujan2an bersamaku, aku tak tahan lagi melihatnya yang begitu murung dan anti sosial, bahkan hujan saja ia jadikan media yang dapat ia salahkan, aku tak tahan melihat agis seperti itu. kurasa aku sudah cukup dewasa untuk melindunginya, akhirnya ku beranikan diriku menggenggam tangannya dan mengajaknya berlari, setelah sekian lama aku hanya memandang, mengamati, dan menjaganya dari jauh. agis mungkin tidak ingat padaku, tapi aku tidak akan pernah lupa padanya, dia adalah agisku, sahabatku yang tak bisa ku lindungi, sahabatku yang hilang dari kehidupanku,karena eric kecil tak mampu menjaganya. ketika aku tahu agis balik ke rumah lamanya yang tak jauh dari rumahku, aku terus mengamati dan menjaganya dari jauh, sebuah tugas yang harus aku lakukan karena aku tak mau kejadian masa lalu terulang kembali. aku tak mau agis jadi objek bully teman2 lagi, aku tak mau melihat agis sedih lagi. ke khawatiran aku terhadapnya, ternyata menjadi kenyataan agis trauma berteman, sehingga ia jadi anti sosial.sejak awal kelas 1 SMA agis selalu menyindiri dan tak mau membuat line pertemanan dengan siapapun, hanya sekedar basa basi senyum. melihatnya seperti itu membuatku terpukul dan menyesal karena tak mampu menjaganya dulu. sore ini dibawah hujan aku akan membuat hidup agis tak sesendu hujan, dan tak segelap awan saat hujan. aku ingin memberitaunya bahwa hujan membawa kebahagian, keindahan dan ketenangan. bahkan hujan bisa menjadi sahabatnya. aku genggam tangannya dan ku ajak ia berlari dibawah guyuran hujan, sampai kita tiba ditaman tempat kita sering bermain bersama saat kecil,tempat aku selalu menemukannya saat sedang menangis, tempat dimana aku selalu memasangkan earphone berisi instrument piano yang aku mainkan saat ditempat les musik ditelinganya, berharap earphone itu mampu menolongnya agar ia. tidak mendengar apapun yang buruk tentangnya yang dikatakan orang lain. Dan hanya sebuah instrument yang menenangkan saja yang ia dengar. Flashback end. Sesampainya ditaman aku langsung berbaring dirumput, dan agis tanpa banyak bicara duduk disampingku, seraya mengamati air hujan yang turun melawati ranting2 pohon. Aku bangkit dan memasangkan earphone ditelinganya, sama dengan hal yang sering aku lakukan padanya dulu, namun kali ini aku hanya memasangkan earphone yang tak bersuara, agis menilik bingung padaku, aku hanya tersenyum dan berbaring kembali, ku pejamkan mataku. Dan ku katakan padanya " earphone itu alat penyaring suara, kamu hnya akan mendengar hal baik saja, jika ada hal buruk yang orang lain katakan tentangmu, maka kau tak akan mendengarnya." kataku asal. "dengarkan baik-baik, kamu akan mendengar instrument terindah dari alam, hujan menciptakan sebuah harmoni musik alam yang indah, coba kau dengarkan." kataku lagi kali ini ku tatap matanya dalam. Berharap ia akan baik2 saja dan tak murung lagi. Terlebih agar ia tak benci hujan lagi. Perasaanku padanya masih sama seperti saat aku melihatnya sebuah perasaan ingin menjaga dan membahagiakannya. "Aku sayang kami gis." batinku berbicara.
Agis.
Eric, sepertinya aku tak benar2 lupa tentangmu dan tentang masa laluku yang kelam. Aku ingat terlebih saat aku melihatmu, aku tak mampu membuang ingatan buruk itu, walau aku ingin sekali melupakannya. Aku ingat kamu ric, aku ingat kamu dengan jelas. Tapi aku mencoba mengelak, aku tenggelamkan diriku selama 3 tahun ini, dengan menyendiri, menutup diri dari dunia luar. Aku hidup seolah-olah tak seorangpun ada disekitarku, bukan hanya kejadian masa anak2 kita dulu, sebenarnya luka itu berangsur membaik dan terkikis, namun 3 tahun yang lalu, aku bertemu seseorang yang entah bagaimana membuat hariku lebih berwarna, sebuah kebahagian yang tak pernah aku rasakan selama ini, namun kebahagian itu semu dan sesaat, ia bersikap manis dan perhatian bukan hanya kepadaku, tapi pada setiap wanita. Aku sedih, lagi2 aku dikhianati, setelah kejadian itu aku menutup seluruh hatiku, tenggelam dalam kesendirianku, menarik diri dari dunia luar. Tapi sore ini saat aku melihat caramu menggenggam tanganku, tersenyum padaku, dan tatapanmu yang penuh makna, aku dapat membaca maksud dan isi hatimu ric, "jangan merasa bersalah padaku ric, ini bukan salahmu, aku yang salah aku yang lemah, bukan kamu yang tidak kuat, hanya aku yang terlalu rapuh, berhenti menatapku dengan tatapan menyesal seperti itu." batinku berkata saat eric memasangkan earphone seperti yang sering ia lakukan padaku dulu. Maafkan aku ric pura2 tak mengingatmu, "aku rindu kamu." "maaf dan terimakasih, untuk semuanya." setidaknya sore ini aku mampu dekat dengannya setelah jarak dan waktu memisahkan kita, setidaknya sore ini aku tak lagi membenci hujan, karena hujan aku bisa berlarian dan berdua lagi dengan eric, aku dapat melihat senyumnya, bahkan aku dapat menemukan kembali senyumku. Perlahan ku tutup mataku merasakan instrument yang dibuat hujan sore ini, dan membiarkan hujan membasahiku, air mata mengalir dari mataku, sebuah air mata bahagia karena kini aku bisa tersenyum, setidaknya aku tenang eric kini ada disampingku. Kulihat tangannya yang terus menggenggam tanganku, sebuah bukti yang dapat aku percaya ia tak akan meninggalkanku, ia akan tetap disampingku untuk membahagiakan dan menjagaku. Senyumku semakin lebar saat hatiku menyakininya seperti itu. Aku tersenyum karena hujan dan karenanya, sahabatku yang sangat aku sayang. "aku sayang kamu ric". Batinku berkata.
Setelah melihatku tenang, dan mungkin karena melihat aku tersenyum, ia bangkit dan earphoneku berbunyi sebuah lagu berjudul "the reason" dari hoobastank ku dengarkan dari earphonenya, ku dengarkan setiap baitnya, sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana perasaan eric padaku, betapa ia menyesal dan ingin memulai hal baru dan alasannya adalah aku. Sebelum lagu berakhir ia membisikan sesuatu ditelingaku, yang mebuatku tak mampu membendung air mataku, sekaligus tak mampu menyembunyikan senyumku, "gis, jangan pergi lagi, aku sayang kamu." bisiknya yang hanya dapat ku balas dengan anggukan yang disertai air mata, dan senyumku. "aku rindu kamu ric." akhirnya aku mengatakannya setelah eric mampu menenangkanku. Dengan pelukannya yang hangat.
"karena eric aku tau hujan mampu membuat banyak orang bahagia, karena hujan punya banyak cara membuat orang bahagia, setiap orang punya bahagianya sendiri setiap hujan datang. Begitupun aku, aku tak pernah menyadari bahwa suara hujan itu sangat indah dan hujan begitu menenangkan, aku tak akan tahu itu jika eric tak memaksaku hujan2an, dan mungkin aku tak akan pernah melihat pelangi setelah hujan, jika aku bersembunyi setiap hujan datang. Tapi sore ini eric membawaku hujan2an dan melihat pelangi setelah hujan, indah sangat indah dan menenangkan, aku suka hujan dan eric.
Love is bestfriend
foto tersebut aku upload ke instagramku dengan caption "cinta itu sahabat, sahabat yang akan ada disampingmu bahkan waktu tak akan mampu memisahkan, ketika tua nanti aku akan sangat membutuhkanmu sahabatku, untuk berbagi tawa bahagia,tangis haru, dan gengaman yang saling menguatkan."
beberapa saat setelah aku upload foto tersebut, aku menerina sebuah pesan, pesan dari sahabatku, "hey, kamu yang ada diseoul aku rindu, kapan akan kembali, aku kehilangan tawaku,aku kehilangan tangis haruku,aku kehilangan genggaman penguatku, aku rindu cintaku."
ku balas pesan singkat yang sanggup membuatku meneteskan air mata serta senyum, ah sial aku merindukannya, kuketikan "hey sahabat kau yang tak mau menemaniku ke korea, kau ini mengapa sangat membenci tempat yang paling aku sukai, jadi resikomu kalau kau rindu aku, kamu tak mau ku ajak. bodoh aku juga rindu padamu sahabatku." klik send.
entah mengapa air mata ini tidak mau berhenti, ah sepertinya aku juga benar-benar meridukannya, ku usap air mataku, ku putuskan untuk kembali ke hotel. belum sempat aku beranjak pergi hp ku berdering telepon darinya, "hei mau kemana?" katanya seolah-olah ia tahu aku mau pergi. "jangan pergi dulu, aku baru sampai." yang satu ini bukan ditelepon tapi ditelingaku,ah seketika aku berbalik ke arah suara itu berasal, dan aku membeku melihat adit sudah ada dihadapanku dan membentangkan tangannya, mendekatiku dan memelukku. "ah sahabatku, dan cintaku ada disini." ujarku dalam hati.
"aku rindu kamu sahabat". katanya
ku pukul lengannya, "aku juga rindu kamu sahabat."
dia menarik lenganku dan menggenggamnya membawaku berjalan ditengah pohon cherry blossom yang berbaris rapih, seolah mempersilahkan kami berjalan berdua.
"cinta mampu merubah hal yang paling kamu benci menjadi hal yang paling kamu suka, cinta itu. mampu membuat kamu bertingkah gila, karena pada akhirnya kamu akan melakukan apapun untuknya,cinta itu tawa dan tangis, cinta itu bahagia, cinta itu sahabat, cinta itu kamu." caption difoto kami yang sedang berjalan dibawah pohon cherry blossom dimusim semi korea selatan yang ku upload diinstaku. musim semi yang indah bersamu terimakasih sahabat. ^_^ kututup hariku yang indah dimusim semi ini bersamanya.
LEMBARAN BARU
kau kah itu
KAU KAH ITU, INI KEBETULAN, ATAU KAMU ADALAH TAKDIRKU?
ke menyebutnya sakuraku





